Posted by: keluargabesarbulu on: November 7, 2009
dalan mlebu neng ndeso sak iki wis di cor ngo semen, maturnuwun dumateng sedoyo masyarakat ingkang sampun berpartisipasi, amergi sampun lancar lan tambah asri.
nanging sesuk nek udan piye yo ketoke banyyu ora isoh mengalir langsung? ono solusi ora kuwi yo?
l
Posted by: keluargabesarbulu on: Mei 23, 2009
Operasi miras tersebut dimulai pagi hari mulai jam 09.00 s\d 13.00 Wib, untuk 18 Mei meliputi wilayah Kecamatan Sleman dan Kecamatan Seyegan berhasil mengamankan 697 botol miras dan untuk 19 Mei meliputi wilayah Kecamatan Mlati, Pakem dan Cangkringan berhasil mengamankan 180 botol miras. Operasi ini difokuskan pada aduan-aduan masyarakat yang masuk ke Dinas POLPP dan Tibmas baik lewat internet, maupun telepon dan pada umumnya pedagang yang pada tahun sebelumnya sudah terjaring operasi dan disinyalir masih berjualan lagi.
Dinas Pol PP dan Trantib. Kabupaten Sleman selama 2 hari berturut-turut, 18 dan 19 Mei 2009 mengadakan operasi minuman keras yang di pimpin langsung oleh Kasie Operasi PPNS Sunarto, SH di bantu 20 personil Ban Pol PP dan 6 anggota Polres Sleman dan berhasil mengamankan ratusan botol miras. Operasi miras tersebut dimulai pagi hari mulai jam 09.00 s\d 13.00 Wib, untuk 18 Mei meliputi wilayah Kecamatan Sleman dan Kecamatan Seyegan berhasil mengamankan 697 botol miras dan untuk 19 Mei meliputi wilayah Kecamatan Mlati, Pakem dan Cangkringan berhasil mengamankan 180 botol miras. Operasi ini difokuskan pada aduan-aduan masyarakat yang masuk ke Dinas POLPP dan Tibmas baik lewat internet, maupun telepon dan pada umumnya pedagang yang pada tahun sebelumnya sudah terjaring operasi dan disinyalir masih berjualan lagi. Operasi apapun tak akan menghasilkan hasil yang maksimal apabila tidak ada peran aktif dari masyarakat di sekitarnya, untuk itu Kabid Operasional Joni Hartono, SH. berharap agar masyarakat selalu waspada terhadap situasi dikelilingnya dan apa bila menemukan sesuatu yang meresahkan masyarakat, baik itu perjudian, miras apa lagi sabu-sabu segeralah melapor ke petugas. Karena hal tersebut sangat membahayakan generasi penerus kita.* * *
( humas )
Posted by: keluargabesarbulu on: Mei 20, 2009
09/05/2008 05:23:00 SLEMAN (KR) – Kecamatan Mlati dan Ngaglik tampil sebagai juara dalam cabang atletik Porkab Sleman, setelah merebut medali emas, perak dan perunggu dengan jumlah yang sama, yaitu 6 emas, 5 perak dan 1 perunggu. Sedang di urutan berikutnya ditempati Sleman dengan 4 emas, 4 perak dan 2 perunggu. Seperti dikatakan Ketua Pengcab PASI Sleman, Drs Triyono saat dihubungi, Rabu (7/5) kemarin, dalam Porkab yang diikuti 17 kecamatan dilangsungkan di Stadion Madya UGM Yogya, selama empat hari itu memperebutkan sebanyak 26 medali emas. Dari 26 medali emas yang diperebutkan terdiri dari lari 100 m, 400 m (pa/pi), lari 800 m (pi) dan 1.500 m (pa). Lari 5.000 (pa/pi) dan 3.000 M (pa/pi), lompat jauh, loncat tinggi, tolak peluru, cakram, lembing semua untuk putra dan putri. Para atlet yang tampil di sini kebanyakan pelajar, Mlati dan Ngaglik yang banyak dihuni para atlet pelajar dan mahasiswa tampil sebagai yang terkuat dalam Porkab Sleman tahun 2008. Peringkat cabang atletik Porkab Sleman 2008 selengkapnya adalah. Mlati (6-5-1), Ngaglik (6-5-1), Sleman(4-4-2), Godean (1-1-2), Prambanan (1-0-1), Minggir (1-0-0), Gamping (1-0-0), Tempel (0-1-2), Seyegan (0-1-2), Ngemplak (0-1-2), Cangkringan (0-0-3), Depok (0-0-1), Turi (0-0-1). Sedang empat Kecamatan, yaitu Moyudan, Kalasan, Pakem dan Berbah belum mendapat medali. Dari Porkab tersebut para atlet yang memperoleh medali akan terus dibina untuk dipersiapkan mengikuti Porprop DIY 2009 di Kota Yogyakarta. (Skd)-b
Posted by: keluargabesarbulu on: Mei 20, 2009
Realita di lapangan tidak seperti yang diharapkan, masyarakat tidak mengkritisi data masyarakat yang seharusnya tidak masuk data miskin, tetapi sebaliknya banyak masyarakat yang menambah usulan yang seharusnya tidak masuk data keluarga miskin padahal tidak sesuai indikator kemiskinan. Bahkan terdapat masyarakat yang memaksa dukuh, lurah untuk dapat masuk data keluarga miskin.
Pada Hari Senin, 18 Mei 2009, telah berlangsung rapat koordinasi antara eksekutif dan Komisi D DPRD Kab. Sleman membahas masalah uji publik pendataan warga miskin di Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh ketua Komisi D, H. Suwarno, BSc. Rapat kerja tersebut dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan sekaligus mencari alternatif pemecahan masalah terkait dengan uji publik data keluarga miskin. Pihak Eksekutif diwakili oleh Kepala Dinas Nakersos, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bagian Humas. Dalam rapat tersebut Kepala Dinas Nakersos KB, Drs.Kriswanto, M.Sc, mengemukakan permasalahan uji publik pendataan warga miskin di Kabupaten Sleman. Realita di lapangan tidak seperti yang diharapkan, masyarakat tidak mengkritisi data masyarakat yang seharusnya tidak masuk data miskin, tetapi sebaliknya banyak masyarakat yang menambah usulan yang seharusnya tidak masuk data keluarga miskin padahal tidak sesuai indikator kemiskinan. Bahkan terdapat masyarakat yang memaksa dukuh, lurah untuk dapat masuk data keluarga miskin. Selain itu itu banyak data kemiskinan sementara yang diuji publik tidak diinformasikan secara terbuka oleh para dukuh, tetapi hanya diinformasikan dan dibahas oleh beberapa pengurus RT,RW dan perwakilan masyarakat saja. Berbagai kendala tersebut telah menjadikan target waktu uji publik data warga miskin yang ditargetkan bulan Februari 2009 mundur hingga Mei 2009 ini. Hal ini dikarenakan permintaan para camat untuk mengadakan verifikasi ulang, agar data lebih valid. Dilaporkan oleh Kriswanto bahwa saat ini entry data hasil ujipublik sudah masuk dari 16 kecamatan. Satu-satunya kecamatan yang datanya tidak dapat dientry adalah kecamatan Depok, karena data yang dimasukkan tidak sesuai form yang ditentukan. Kondisi ini juga diakui oleh Huda Tri Yudiana, ST, anggota Komisi D DPRD Kab Sleman yang menyatakan bahwa memang masih banyak masyarakat yang tidak peduli dan tidak mau paham dengan mekanisme uji publik terkait dengan keinginan sebagian warga untuk mendapatkan bantuan meskipun mereka tidak termasuk dalam kategori miskin. Namun demikian terhadap permasalahan ini, diminta eksekutif untuk segera memberikan kepastian siapa saja yang masuk data miskin kepada masyarakat. Sangat sulit untuk mewujudkan data miskin yang sempurna dan tidak mungkin menunggu data hingga sempurna. Oleh karena itu sangat diharapkan hasil pendataan segera di SK bupatikan dan Pemkab membentuk tim verifikator untuk meng-update data kemiskinan, selain untuk menyempurnakan data tersebut juga untuk mewadahi jika terjadi usulan-usulan baru. Terhadap usulan-usulan tersebut, eksekutif akan membahasnya dengan berkoordinasi dengan SKPD lain. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Intriati Yudatiningsih,M.Kes menyampaikan bahwa program jaminan kesehatan menjadi favorit masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang berantusias untuk masuk dalam data miskin untuk mendapatkan program layanan kesehatan masyarakat secara gratis. Dalam masa transisi ini, sambil menunggu data keluarga miskin yang telah di SK-kan Bupati, pelayanan Jamkesmas dan Jamkesos tetap dilaksanakan dengan lancar. Masyarakat miskin yang tidak masuk dalam data miskin tahun 2008, masih dapat dilayani dengan kartu keluarga miskin sementara. Kartu miskin sementara tersebut diterbitkan oleh Dinas nakesos KB atas usulan masyarakat sesuai dengan form pendataan keluarga miskin yang diujipublikkan. Kartu tersebut hanya memiliki masa berlaku 1 bulan (30 hari). Ditegaskan pula oleh Drg Intriati bahwa sejak tahun 2009 surat keterangan miskin dari lurah tidak dapat digunakan untuk memperoleh pelayanan Jamkesos dan Jamkesmas. Intriati juga menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat penerima jamkesmas tetapi tidak tercantum dalam daftar data warga miskin sehingga jika nanti data warga miskin telah menjadi SK Bupati tahun 2009 maka yang dilayani untuk memperoleh jamkesmas hanya masyarakat miskin yang masuk dalam SK Bupati tersebut. Hal ini karena hanya data dalam sk tersebutlah yang akan dijadikan dasar dan acuan pemberian semua bentuk jaminan dan bantuan bagi warga miskin. Pada kesempatan tersebut drg Intriati menyampaikan bahwa langkah ujipublik data kemiskinan yang dilaksanakan pemkab Sleman sangat positif, karena Menteri Kesehatan pun juga meminta data-data kepesertaan Jamkesmas juga dipublisw. Sesuai Surat Edaran Menkes pada akhir bulan Januari 2009, Menkes meminta para Gubernur, Bupati/Walikota untuk melakukan perbaikan data kepesertaan program Jamkesmas dengan mengumumkan nama-nama peserta yang masuk data miskin melalui kelurahan untuk memperoleh masukan dari masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Kabag Humas Endah Sri Widiastuti juga menyampaikan bahwa untuk mengatasi permaslahan banyaknya masyarakat yang tidak miskin meminta dimasukan pada data kemiskinan perlu dilakukan edukasi pada masyarakat oleh semua aparat Pemkab dan jajaran anggota DPRD ketika turun ke lapangan. Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa, data keluarga miskin hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi 14 kriteria kemiskinan. Jika masyarakat tidak masuk kriteria tersebut harus diberitahu bahwa yang bersangkutan tidak masuk kategori miskin dan bukan haknya untuk memperoleh fasilitas tersebut.* * *
( humas )
Posted by: keluargabesarbulu on: Maret 20, 2009
Telah Berpulang Kerahmatulloh,
Bapak PUJO SUWARNO Umur 70 Tahun,
Meninggal pada Hari Rabu Tgl 18 Maret 2009,
keluarga besar Bulu Mengucapkan ikut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya semoga arwahnya diterima disisi Alloh, di terangkan kuburnya, dan di jauhkan dari siksa kubur.
AMIEN.
Posted by: keluargabesarbulu on: Maret 10, 2009
Padat Karya Produktif
Semua kecamatan di Kabupaten Sleman paling tidak akan mendapat satu paket, tidak menutup kemungkinan satu kecamatan akan mendapat lebih dari satu paket. Mengingat jumlah paketnya mencapai 26. Tentu saja penentuan berapa paket yang akan diterima masing-masing kecamatan akan dinilai berdasarkan kajian proposal yang diajukan.
Selama ini sudah banyak program Pemerintah yang diluncurkan kepada masyarakat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu pada tahun 2009. Satu lagi program yang diperuntukkan masyarakat , yaitu Program pengembangan kesempatan kerja melalui kegiatan usaha ekonomi produktif sistim Padat Karya atau yang lebih dikenal dengan model padat karya produktif. Model program tersebut adalah untuk pemberdayaan masyarakat, lebih –lebih dalam penanggulangan pengangguran sebagai dampak krisis global ini. Krisis yang bukan saja melanda indonesia, tapi sudah hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak ini. Bagi Indonesia khususnya Pemerintah kabupaten Sleman untuk mengurangi krisis tersebut mulai triwulan kedua tahun 2009 ini sudah siap meluncurkan program padat karya tersebut. Dengan dana sebasr 6 milyar dari APBN tersebut kabupaten sleman adalah penerima yang paling besar dibanding 5 kabupaten/kota di Yogyakarta.
Dengan penyelenggaraan program ini diharapkan akan menyerap tenaga kerja produktif. Dana sebesar Rp 6 milyar tersebut diperuntukkan untuk 26 paket kegiatan padat karya, setiap paket Rp 217 juta. Semua kecamatan di kabupaten sleman paling tidak akan mendapat satu paket, tidak menutup kemungkinan satu kecamatan akan mendapat lebih dari satu paket , mengingat jumlah paketnya mencapai 26. Tentu saja penentuan berapa paket yang akan diterima masing-masing kecamaatan akan dinilai berdasarkan kajian proposal yang diajukan. Proposal yang masuk ke Pemkab Sleman akan dilihat kelayakannya oleh tim lintas Instansi . Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas NakersosKB Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, Msc saat dijumpai di kantornya Kamis 5 Maret 2009. Lebih lanjut disampaikan Kriswanto bahwa dari program padat karya produktif tersebut sudah ada ketentuannya yang harus dilaksanakan masing-masing penerima paket. Sedang yang berhak menerima paket Padat karya Produktif ini adalah kelompok yang sudah mengajukan proposal, padahal proposal yang sudah masuk sampai batas akhir penerimaan proposal yaitu tanggal 25 Pebruari 2009 sebanyak 74 proposal, dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa proposal yang masuk setelah tanggal 25 Pebruari 2009 tidak akan dipertimbangkan..
Masing-masing kecamatan proposal yang masuk ke Dinas NakersosKB tidak sama ada yang hanya memasukkan 1 proposal, tetapi bahkan ada yang memasukkan 14 proposal. Tetapi bukan berarti yang memasukkan proposal banyak juga akan mendapatkan yang terbanyak, semuanya terganttung dari tim dengan berbagai pertimbangan yang ketat, tambah Kriswanto. Sebagian ketentuan yang ada dalam program padat karya tersebut antara lain dari paket yang 217 juta rupiah tersebut sekitar 20 juta diperuntukkan bahan phisik , 15 juta untuk bibit dan sisanya untuk peralatalatan kerja 4,5 juta, juga untuk upah tenaga kerja termasuk upak tukang Rp.45.000 /hari upah pekerja Rp.35.000,-/hari disamping itu untuk upak ketua kelompok Rp.40.000,-/hari. Yang jelas proposal yang masuk ditekankan pada bidang Peternakan dan Perikanan Juga yang harus diketahui oleh kelompok yang mendapat program ini adalah bahwa paket tersebut tidak bisa dipecah-pecah, artinya satu paket yang nilainya 217 juta rupiah tersebut tidak bisa dibagi menjadi 2 kelompok dengan alasan apapun, misalnya untuk pemerataan. Yang bisa dikembanghkan dalam hal ini adalah pada jenis pekerjaan misalnya untuk membuat akses jalan. Dari program tersebut akan banyak melibatkan banyak tenaga kerja yaitu untuk tenaga kerja saja 80 orang, tukang 4 orang dan kepala kelompok 4 orang. Tenaga kerja yang terserap meliputi lingkup kecamatan, artinya apabila yang mendapat paket program ini desa tertentu, maka tenaga kerja yang diserap bisa dari luar desa dimana kelompok tersebut mendapatkan paket program Padat Karya ini. * * *
( humas )
Posted by: keluargabesarbulu on: Maret 10, 2009
Yang berhak menerima adalah RTS yang terdaftar dalam DPM (Daftar Penerima Manfaat) hasil musyawarah desa, ditetapkan kepala kepala desa dan disyahkan camat setempat. Hal yang harus diterima RTS berupa beras sebanyak 25 Kg/bulan dengan harga Rp.1.600,-/Kg. Dengan pembayaran secara tunai di titik distribusi.
Dengan pemahaman yang sama dalam mengelola raskin diharapkan pelaksanaan distribusi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, tertib, tepat waktu dan terencana serta sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Demikian pula apabila di lapangan terjadi kekurangan dalam hal pelaksanaannya, seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan kontrol atau pengaduan melalui jalur yang ada. Hal tersebut disampaikan Bupati sleman dalam sambutan yang dibacakan Asekda bidang Pembangunan dr. Sunartono, M.Kes pada sosialisasi Raskin di Aula lantai III NakersosKB Senin 2 Maret 2009.
Lebih lanjut Bupati Sleman bahwa Kabupaten Sleman sesuai Surat Gubernur Prop. DIY perihal pelaksanaan program Raskin tahun 2009 kabupaten Sleman memperoleh Pagu raskin 7.014.780 kg dengan sasaran 38.971 rumah tangga sasaran (RTS). Jumlah ini menurun 26,44% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 52.976 RTS. Setiap RTS akan mendapatkan beras 15 Kg/RTS selama 12 bulan dengan harga Rp. 1.600,-. Pendistribusian raskin di lapangan memang diakui banyak kendala, untuk itulah bupati sleman dalam sambutannya menekankan agar para camat, kepala desa dan kepala dukuh dalam mendistribusikan raskin lebih disinergikan dengan data kemiskinan yang sekarang sedang diproses.
Diharapkan pula yuang mendapatkan raskin adalah masyarakat yang benar-benar miskin. Apabila distribusi raskin menggunakan data lama untuk dicek kembali, jangan sampai karena adanya keterbatasan dalam kuota yang ditetapkan pemerintah pusat melalui perum Bulog, terjadi salah sasaran dalam penyaluran raskin. Untuk itu perlu ditentukan prioritas RTM yang sungguh-sungguh layak menerima raskin, dengan mengacu paada data tersebut. Ditambahkan pula agar seluruh aparat pelaksana distribusi khususnya di tingkat kecamatan, desa dan dusun dapat mensukseskan program raskin ini dengan senantiasa mengoptimalkan perannya. Selain itu demi kelancaran distribusi raskin di tahun ini, dihimbau agar pelaksanaan distribusi raskin dapat bertindak tegas, mengingat selama ini masih terjadi rumah tangga yang seharusnya tidak memperoleh raskin namun menjadi penerima manfaat. Hal inilah yang harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa penerima manfaat raskin adalah rumah tangga miskin yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sedangkan Kepala Dinas NakersosKB dalam laporannya mengatakan tujuan sosialisasi program Raskin ini adalah untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemberian bantuan pemenuhan sebagian kebutuhan dasar pangan dalam bentuk beras. Yang berhak menerima adalah RTS yang terdaftar dalam DPM (Daftar Penerima Manfaat) hasil musyawarah desa, ditetapkan kepala kepala desa dan disyahkan camat setempat. Hal yang harus diterima RTS berupa beras sebanyak 25 Kg/bulan dengan harga Rp.1.600,-/Kg. Dengan pembayaran secara tunai di titik distribusi. Sementara itu inidator keberhasilan penyaluran raskin adalah tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas. Sedangkan Pagu raskin kabupaten Sleman tahun 2008 52.976 RTS dan untuk tahun 2009 ini sebanyak 38.971 RTS (data BPS hasil PPLS, Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2008).
Untuk kabupaten Sleman kecamatan penerima RTS tertinggi adalah kecamatan Gamping yaitu 3.475 RTS dan paling sedikit adalah kecamatan Pakem yaitu 1.117 RTS. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari BPS Dleman dan Bulog Divre DIY Makruf, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Bulog akan mendistribusikan beras raskin tersebut sampai di tempat yang telah ditentukan. Tentang kualitas beras raskin yang perlu dipahami adalah bahwa beras raskin tersebut pengadaaan bulan agustus-September 2008 dan masih layak konsumsi. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan beras yang baru, yang jelas beras untuk raskin memang sudah cukup lama tetapi masih layak untuk dikomsumsi. Sedangkan untuk distribusi Raskin dimulai hari Rabu 4 Maret 2009 ini.* * *
( humas )
di ambil dari slemankab.go.id
Posted by: keluargabesarbulu on: Februari 20, 2009
Stelah melakukan pemungutna suara pada kamis tanggal 19 februari 2009, dari 4 kandidat calon kepala desa akhirnya yang meraih suara terbanyak adalah Sunarman, dengan mengalahkan 3 kandidat lain, dengan meraih suara terbanyak.
Bagaimana tindak lanjut dari program-program yang telah dijanjikan akan dapat kita lihat setelah menjabat nantinya. walaupun demikian sunarman akan dilantik sekitar bulan mei, karena menunggu masa jabatan kepala desa yang lama akan segera habis.
Jadi selamat datang kepala desa baru, dan terimakasih kepada 3 kandidat lain, semoga tetap dapat bekerjasama guna membangun Desa Margomulyo yang lebih sejahtera makmur, karena masing-masing tentunya mempunyai kelemahan dan kelebihan.
jadi sudah wajar dalam setiap kompetisi ada yang kalah dan menang, dan masing-masing haruslah legowo dan bisa menerima, guna menciptkan iklim masyarakat yang kondusif.
AYO BANGUN MARGOMULYO YANG LEBIH SEJAHTERA
Posted by: keluargabesarbulu on: Februari 20, 2009
Stelah melakukan pemungutna suara pada kamis tanggal 19 februari 2009, dari 4 kandidat calon kepala desa akhirnya yang meraih suara terbanyak adalah Sunarman, dengan mengalahkan 3 kandidat lain, dengan meraih suara terbanyak.
Bagaimana tindak lanjut dari program-program yang telah dijanjikan akan dapat kita lihat setelah menjabat nantinya. walaupun demikian sunarman akan dilantik sekitar bulan mei, karena menunggu masa jabatan kepala desa yang lama akan segera habis.
Jadi selamat datang kepala desa baru, dan terimakasih kepada 3 kandidat lain, semoga tetap dapat bekerjasama guna membangun Desa Margomulyo yang lebih sejahtera makmur, karena masing-masing tentunya mempunyai kelemahan dan kelebihan.
AYO BANGUN MARGOMULYO YANG LEBIH SEJAHTERA
Posted by: keluargabesarbulu on: Februari 20, 2009
Stelah melakukan pemungutna suara pada kamis tanggal 19 februari 2009, dari 4 kandidat calon kepala desa akhirnya yang meraih suara terbanyak adalah Sunarman, dengan mengalahkan 3 kandidat lain, dengan meraih suara terbanyak.
Bagaimana tindak lanjut dari program-program yang telah dijanjikan akan dapat kita lihat setelah menjabat nantinya. walaupun demikian sunarman akan dilantik sekitar bulan mei, karena menunggu masa jabatan kepala desa yang lama akan segera habis.
Jadi selamat datang kepala desa baru, dan terimakasih kepada 3 kandidat lain, semoga tetap dapat bekerjasama guna membangun Desa Margomulyo yang lebih sejahtera makmur, karena masing-masing tentunya mempunyai kelemahan dan kelebihan.
AYO BANGUN MARGOMULYO YANG LEBIH SEJAHTERA