PENANGANAN KEMISKINAN DI SLEMAN

Untuk Ketepatan Program, PEMKAB Adakan Dialog Dengan KK Miskin di Seyegan

Untuk lebih mengoptimalkan penanganan kemiskinan di Kabupaten Sleman Bupati Sleman mengeluarkan kebijakan agar penanganan masalah kemiskinan yang diprogramkan oleh instansi teknis maupun dunia usaha, tidak dilaksanakan secara parsial, tetapi harus sinergi. Hal ini dikarenakan kemiskinan merupakan masalah pembangunan kese­jah­­teraan sosial yang berkaitan dengan berbagai bidang pemba­ngunan lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan penngulangan kemiskinan tidak dapat optimal adalah banyaknya program-program pengentasan kemiskinan yang terpisah-pisah. Sebagai akibatnya sering terjadi tumpang tindih program penanganan kemiskinan. Oleh karena itu untuk lebih mengoptimalkan penanganan kemiskinan di Pada tahun 2008 ini upaya penanggulangan kemiskinan di Sleman telah menjadi prioritas pembangunan. Hal ini terlihat dari tema pembangunan di Sleman tahun 2008 ”Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Yang Berkuali­tas”. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Penanganan masalah kemiskinan di Sleman pada tahun 2008 ini mengalami perubahan. Pola penanganan kemiskinan Kabupaten Sleman pada saat ini hanya memfokuskan di dua kecamatan yakni Prambanan dan Seyegan, untuk efektivitas hasil. Selain itu untuk lebih mengoptimalkan penggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya program penanggu­langan kemiskinan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin dan bukan dari kacamata pembuat program/kegiatan. Upaya tersebut telah dimulai di Kecamatan Seyegan beberapa waktu yang lalu. Tim Koordinasi Penanggulangan kemiskinan yang dipimpin oleh kepala Bappeda Drs.P Syanto mengadakan dialog dengan warga yang dikategorikan dalam kelompok masyarakat miskin di Kecamatan Seyegan. Dialog dilaksanakan di rumah kepala Dukuh Trewilen dan dihadiri oleh sekitar 20 warga miskin ( perwakilan dari 3 desa), yang mewakili KK miskin di Kecamatan Seyegan, tim koordinasi penanggulangan kemiskinan kecamatan Seyegan dan Tim koordinasi dari Kabupaten yang terdiri dari Dinas Nakersos KB, Kesehatan, P2KPM, Pertanian dan Kehutanan, Kimpraswilhub, Bappeda. Dalam kesempatan tersebut Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman Drs.Yuli Setiono mengatakan bahwa upaya ini adalah untuk mempertemukan warga miskin di Kecamatan Seyegan dengan Tim dari Kabupaten Sleman sehingga apa yang diinginkan keluarga miskin dapat diketahui oleh tim dari kabupaten sehingga program yang nantinya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dijalankan nantinya sesuai dengan potensi dan peluang yang ada di wilayah masing masing. Ditambahkan oleh Yuli Setiono bahwa dalam menanggulangi kemiskinan tersebut Pemkab Sleman tidak akan bagi – bagi uang, tetapi yang akan diberikan adalah ketrampilan dan pengetahuan. Dengan ketrampilan dan pengetahuan ini diharapkan KK miskin dapat memberdayakan dirinya sehingga mampu berusaha dan lebih sejahtera, tidak lagi miskin. Dari hasil dialog tersebut dapat digambarkan bahwa sebagian besar warga Seyegan yang masuk dalam KK miskin mengganggur, tidak memiliki ketrampilan, tidak memiliki sawah untuk digarap, rata rata pendidikannya SMP dan sebagian besar sebagai buruh bangunan maupun buruh penggarap sawah dan buruh sebagai pembuat genting. Sebagian besar rumah mereka juga masih berlantai tanah dan gedheg. Selama ini mereka hanya bekerja ketika ada orang yang meminta jasanya. Seperti yang disampaikan oleh Tris dari Terwilen, Radiyanto dari Beteng, dan Tukidi. Sedangkan masalah yang disampaikan oleh warga Sonoharjo adalah banyaknya ibu – ibu muda yang mengganggur. Sebagian ibu ibu di wilayah itu hanya buruh derep dan bila tidak masa panen mereka menganggur. Oleh karena itu mereka meminta agar pemerintah memberikan lapangan pekerjaan, dan diberi ketrampilan, terutama untuk ibu ibu. Mereka juga minta diberikan keringaan biaya pendidikan dan kesehatan. Yang rumahnya rusak dan roboh minta untuk diperbaiki. Terhadap hasil dialog tersebut, Drs. Yuli Setiono meminta agar Dinas terkait segera menindaklanjutinya dengan membuat program – program yang akan dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data yang ada di Kecamatan Seyegan terdapat 4813 KK miskin dengan 15.070 jiwa atau 36 % dari jumlah KK di seluruh Kecamatan Seyegan.

slemankab.go.id

About these ads

1 Komentar (+add yours?)

  1. heri rusdi
    Nov 06, 2008 @ 01:13:56

    semoga program ini dapat mensejahterakan masyarakat

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: