AKTIFKAN DIALOG DENGAN WARGA MISKIN ; Pemkab Tak Akan Bagi-bagi Uang

 
28/02/2008 08:57:39 SLEMAN (KR) – Pemkab Sleman tidak akan bagi-bagi uang sebagai upaya penanggulangan kemiskinan. Yang akan diberikan adalah keterampilan dan pengetahuan, sehinggga warga miskin dapat memberdayakan dirinya dan mampu berusaha lebih sejahtera. Hal tersebut diungkapkan Ketua Pelaksana Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman Drs Juli Setiono kepada KR, Rabu (27/2), usai melakukan dialog dengan warga miskin Kecamatan Seyegan. Dialog dengan warga miskin seperti itu memang diaktifkan agar program penanggulangan kemiskinan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin dan bukan dari kacamata pembuat program atau kegiatan. “Upaya ini untuk mempertemukan warga miskin dengan tim dari Kabupaten Sleman. Sehingga apa yang diinginkan keluarga miskin dapat diketahui oleh tim dari kabupaten. Dengan demikian, program yang nantinya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan potensi serta peluang yang ada di wilayah masing masing,” kata Juli Setiono. Dari hasil dialog tersebut, lanjutnya, dapat digambarkan bahwa sebagian besar warga Seyegan yang masuk dalam KK miskin menganggur, tidak memiliki keterampilan, tidak memiliki sawah untuk digarap, rata-rata pendidikannya SMP dan sebagian besar sebagai buruh. Sebagian besar rumah mereka juga masih berlantai tanah dan gedheg. Mereka hanya bekerja ketika ada orang yang meminta jasanya. Berdasarkan data yang ada, di Kecamatan Seyegan terdapat 4.813 KK miskin dengan 15.070 jiwa atau 36 persen dari jumlah KK di seluruh Kecamatan Seyegan. Sedang menurut Kepala Bappeda Sleman Drs P Suyanto, salah satu hal yang menyebabkan penanggulangan kemiskinan tidak dapat optimal adalah banyaknya program-program pengentasan kemiskinan yang terpisah-pisah. Sebagai akibatnya sering terjadi tumpang tindih program penanganan kemiskinan. Oleh karena itu, untuk lebih mengoptimalkan penanganan kemiskinan, Bupati mengeluarkan kebijakan agar penanganan masalah kemiskinan yang diprogramkan oleh instansi teknis maupun dunia usaha, tidak dilaksanakan secara parsial, tetapi harus sinergi. “Pada tahun 2008 ini upaya penanggulangan kemiskinan di Sleman telah menjadi prioritas pembangunan. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas pembangunan di Sleman,” ujarnya. (Has)-n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: