FKDM HARUS BISA DETEKSI DINI; Semua Wilayah Kecamatan Rawan Bencana

 
29/02/2008 08:56:45 SLEMAN (KR) – Semua wilayah kecamatan di Kabupaten Sleman rawan bencana. Namun karakteristik bencana tersebut setiap kecamatan berbeda-beda, ada yang bencana karena alam atau bencana karena ulah manusia. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, semua potensi bencana ini harus diwaspadai dan dideteksi secara dini.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sleman H Ramelan kepada wartawan di Sleman, Kamis (28/2) terkait sosialisasi FKDM di 17 kecamatan. Sosialisasi dilaksanakan selama satu minggu mulai tanggal 25 Februari. Untuk menjangkau 17 kecamatan, Tim FKDM Kabupaten Sleman dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I meliputi Kecamatan Cangkringan, Kalasan, Berbah dan Prambanan. Kelompok II di Kecamatan Pakem, Ngemplak, Ngaglik dan Depok. Kelompok III di Kecamatan Turi, Tempel, Sleman dan Seyegan. Dan kelompok IV sosialisasi di Kecamatan Godean, Gamping, Mlati, Minggir dan Moyudan.
Menurut Ramelan, sosialisasi tersebut juga dimaksudkan untuk memantau pembentukan FKDM di tingkat kecamatan. Ditargetkan bulan Februari ini semua FKDM di tingkat kecamatan sudah terbentuk. Setelah itu FKDM tingkat kecamatan menindaklanjuti dengan membentuk FKDM di tingkat Desa.
“Dalam sosialisasi di kecamatan ini, kepengurusan FKDM di tingkat kecamatan hampir semuanya telah terbentuk, Meski juga ada yang baru disusun setelah tim dari kabupaten datang di kecamatan. Semua itu tak perlu dipermasalahkan, yang penting FKDM sudah terbentuk. Apalagi Sleman merupakan daerah pertama di DIY yang sudah membentuk FKDM, bahkan juga di tingkat propinsi,” ujar mantan Ketua Forkom BPD Sleman ini.
Dikatakan pula, anggota FKDM nantinya bertugas untuk mewaspadai ancaman bencana yang ada disekitarnya. Bencana tersebut tidak hanya yang berasal dari alam namun juga bisa karena ulah manusia. Anggota FKDM akan memberikan rekomendasi pada pejabat yang setingkat untuk bisa diambil sebuah kebijakan terkait potensi bencana ini.
“Dengan demikian anggota FKDM tidak bisa melakukan tindakan tertentu. Karena yang mengambil keputusan adalah pejabat yang setingkat, misalnya di tingkat desa adalah lurah desa yang mengambil keputusan. Begitu pula dengan tingkat kecamatan dan Kabupaten Sleman. Sehingga diharapkan semua potensi kerawanan bisa dideteksi sedini mungkin dan tercipta suasana yang kondusif, aman dan tenteram, tidak ada gejolak karena sudah diantisipasi sejak dini,” tambah Ramelan.        (Has)-n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: