Padat Karya

Padat Karya Produktif

Semua kecamatan di Kabupaten Sleman paling tidak akan mendapat satu paket, tidak menutup kemungkinan satu kecamatan akan mendapat lebih dari satu paket. Mengingat jumlah paketnya mencapai 26. Tentu saja penentuan berapa paket yang akan diterima masing-masing kecamatan akan dinilai berdasarkan kajian proposal yang diajukan.

Selama ini sudah banyak program Pemerintah yang diluncurkan kepada masyarakat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu pada tahun 2009. Satu lagi program yang diperuntukkan masyarakat , yaitu Program pengembangan kesempatan kerja melalui kegiatan usaha ekonomi produktif sistim Padat Karya atau yang lebih dikenal dengan model padat karya produktif. Model program tersebut adalah untuk pemberdayaan masyarakat, lebih –lebih dalam penanggulangan pengangguran sebagai dampak krisis global ini. Krisis yang bukan saja melanda indonesia, tapi sudah hampir seluruh dunia ikut merasakan dampak ini. Bagi Indonesia khususnya Pemerintah kabupaten Sleman untuk mengurangi krisis tersebut mulai triwulan kedua tahun 2009 ini sudah siap meluncurkan program padat karya tersebut. Dengan dana sebasr 6 milyar dari APBN tersebut kabupaten sleman adalah penerima yang paling besar dibanding 5 kabupaten/kota di Yogyakarta.

Dengan penyelenggaraan program ini diharapkan akan menyerap tenaga kerja produktif. Dana sebesar Rp 6 milyar tersebut diperuntukkan untuk 26 paket kegiatan padat karya, setiap paket Rp 217 juta. Semua kecamatan di kabupaten sleman paling tidak akan mendapat satu paket, tidak menutup kemungkinan satu kecamatan akan mendapat lebih dari satu paket , mengingat jumlah paketnya mencapai 26. Tentu saja penentuan berapa paket yang akan diterima masing-masing kecamaatan akan dinilai berdasarkan kajian proposal yang diajukan. Proposal yang masuk ke Pemkab Sleman akan dilihat kelayakannya oleh tim lintas Instansi . Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas NakersosKB Kabupaten Sleman Drs. Kriswanto, Msc saat dijumpai di kantornya Kamis 5 Maret 2009. Lebih lanjut disampaikan Kriswanto bahwa dari program padat karya produktif tersebut sudah ada ketentuannya yang harus dilaksanakan masing-masing penerima paket. Sedang yang berhak menerima paket Padat karya Produktif ini adalah kelompok yang sudah mengajukan proposal, padahal proposal yang sudah masuk sampai batas akhir penerimaan proposal yaitu tanggal 25 Pebruari 2009 sebanyak 74 proposal, dan perlu diketahui oleh masyarakat bahwa proposal yang masuk setelah tanggal 25 Pebruari 2009 tidak akan dipertimbangkan..

Masing-masing kecamatan proposal yang masuk ke Dinas NakersosKB tidak sama ada yang hanya memasukkan 1 proposal, tetapi bahkan ada yang memasukkan 14 proposal. Tetapi bukan berarti yang memasukkan proposal banyak juga akan mendapatkan yang terbanyak, semuanya terganttung dari tim dengan berbagai pertimbangan yang ketat, tambah Kriswanto. Sebagian ketentuan yang ada dalam program padat karya tersebut antara lain dari paket yang 217 juta rupiah tersebut sekitar 20 juta diperuntukkan bahan phisik , 15 juta untuk bibit dan sisanya untuk peralatalatan kerja 4,5 juta, juga untuk upah tenaga kerja termasuk upak tukang Rp.45.000 /hari upah pekerja Rp.35.000,-/hari disamping itu untuk upak ketua kelompok Rp.40.000,-/hari. Yang jelas proposal yang masuk ditekankan pada bidang Peternakan dan Perikanan Juga yang harus diketahui oleh kelompok yang mendapat program ini adalah bahwa paket tersebut tidak bisa dipecah-pecah, artinya satu paket yang nilainya 217 juta rupiah tersebut tidak bisa dibagi menjadi 2 kelompok dengan alasan apapun, misalnya untuk pemerataan. Yang bisa dikembanghkan dalam hal ini adalah pada jenis pekerjaan misalnya untuk membuat akses jalan. Dari program tersebut akan banyak melibatkan banyak tenaga kerja yaitu untuk tenaga kerja saja 80 orang, tukang 4 orang dan kepala kelompok 4 orang. Tenaga kerja yang terserap meliputi lingkup kecamatan, artinya apabila yang mendapat paket program ini desa tertentu, maka tenaga kerja yang diserap bisa dari luar desa dimana kelompok tersebut mendapatkan paket program Padat Karya ini. * * *

( humas )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: