Sosialisasi Raskin

Yang berhak menerima adalah RTS yang terdaftar dalam DPM (Daftar Penerima Manfaat) hasil musyawarah desa, ditetapkan kepala kepala desa dan disyahkan camat setempat. Hal yang harus diterima RTS berupa beras sebanyak 25 Kg/bulan dengan harga Rp.1.600,-/Kg. Dengan pembayaran secara tunai di titik distribusi.

Dengan pemahaman yang sama dalam mengelola raskin diharapkan pelaksanaan distribusi di lapangan dapat berjalan dengan lancar, tertib, tepat waktu dan terencana serta sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Demikian pula apabila di lapangan terjadi kekurangan dalam hal pelaksanaannya, seluruh pemangku kepentingan dapat melakukan kontrol atau pengaduan melalui jalur yang ada. Hal tersebut disampaikan Bupati sleman dalam sambutan yang dibacakan Asekda bidang Pembangunan dr. Sunartono, M.Kes pada sosialisasi Raskin di Aula lantai III NakersosKB Senin 2 Maret 2009.

Lebih lanjut Bupati Sleman bahwa Kabupaten Sleman sesuai Surat Gubernur Prop. DIY perihal pelaksanaan program Raskin tahun 2009 kabupaten Sleman memperoleh Pagu raskin 7.014.780 kg dengan sasaran 38.971 rumah tangga sasaran (RTS). Jumlah ini menurun 26,44% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 52.976 RTS. Setiap RTS akan mendapatkan beras 15 Kg/RTS selama 12 bulan dengan harga Rp. 1.600,-. Pendistribusian raskin di lapangan memang diakui banyak kendala, untuk itulah bupati sleman dalam sambutannya menekankan agar para camat, kepala desa dan kepala dukuh dalam mendistribusikan raskin lebih disinergikan dengan data kemiskinan yang sekarang sedang diproses.

Diharapkan pula yuang mendapatkan raskin adalah masyarakat yang benar-benar miskin. Apabila distribusi raskin menggunakan data lama untuk dicek kembali, jangan sampai karena adanya keterbatasan dalam kuota yang ditetapkan pemerintah pusat melalui perum Bulog, terjadi salah sasaran dalam penyaluran raskin. Untuk itu perlu ditentukan prioritas RTM yang sungguh-sungguh layak menerima raskin, dengan mengacu paada data tersebut. Ditambahkan pula agar seluruh aparat pelaksana distribusi khususnya di tingkat kecamatan, desa dan dusun dapat mensukseskan program raskin ini dengan senantiasa mengoptimalkan perannya. Selain itu demi kelancaran distribusi raskin di tahun ini, dihimbau agar pelaksanaan distribusi raskin dapat bertindak tegas, mengingat selama ini masih terjadi rumah tangga yang seharusnya tidak memperoleh raskin namun menjadi penerima manfaat. Hal inilah yang harus dijelaskan kepada masyarakat bahwa penerima manfaat raskin adalah rumah tangga miskin yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedangkan Kepala Dinas NakersosKB dalam laporannya mengatakan tujuan sosialisasi program Raskin ini adalah untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran melalui pemberian bantuan pemenuhan sebagian kebutuhan dasar pangan dalam bentuk beras. Yang berhak menerima adalah RTS yang terdaftar dalam DPM (Daftar Penerima Manfaat) hasil musyawarah desa, ditetapkan kepala kepala desa dan disyahkan camat setempat. Hal yang harus diterima RTS berupa beras sebanyak 25 Kg/bulan dengan harga Rp.1.600,-/Kg. Dengan pembayaran secara tunai di titik distribusi. Sementara itu inidator keberhasilan penyaluran raskin adalah tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas. Sedangkan Pagu raskin kabupaten Sleman tahun 2008 52.976 RTS dan untuk tahun 2009 ini sebanyak 38.971 RTS (data BPS hasil PPLS, Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2008).

Untuk kabupaten Sleman kecamatan penerima RTS tertinggi adalah kecamatan Gamping yaitu 3.475 RTS dan paling sedikit adalah kecamatan Pakem yaitu 1.117 RTS. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari BPS Dleman dan Bulog Divre DIY Makruf, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Bulog akan mendistribusikan beras raskin tersebut sampai di tempat yang telah ditentukan. Tentang kualitas beras raskin yang perlu dipahami adalah bahwa beras raskin tersebut pengadaaan bulan agustus-September 2008 dan masih layak konsumsi. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan beras yang baru, yang jelas beras untuk raskin memang sudah cukup lama tetapi masih layak untuk dikomsumsi. Sedangkan untuk distribusi Raskin dimulai hari Rabu 4 Maret 2009 ini.* * *
( humas )
di ambil dari slemankab.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: